RSS Feed
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

MITRA
image

ANGKRINGAN NAMBAH TERUS SEMARANG

WELCOME

MITRA
image

Angkringan Nambah Terus 

Jl. Gajah Raya No.128c Semarang

PARIWISATA
image

GO JATENG GAYENG 2018

INFO REDAKSI
image

Pimred Koran Suara Rakyat

ANDI TRIS SN


Silahkan Hubungi Kami
Kategori
Arsip
MITRA
image

LBH LINDU AJI 

HOBY
image

Komunitas Mobil HBC

SAIKI JAM

Salah Satu Teroris Dibekuk Di Depok

image

JAKARTA,KSR.COM- Salah satu anggota jaringan diduga teroris yang ‘mengguncang’ Solo Agustus lalu tertangkap.Rabu kemarin (5/9) sekitar pukul 05.30 seorang bernama Firman (usia sekitar 25 tahun) yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pelaku penembakan pos polisi  dibekuk di  jalan Raya Kalimulya, Perumahan Anyelir, Depok, Jawa Barat.

"Saat ini, tersangka masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Densus 88 Polri," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, pagi tadi.

Dikatakannya Firman diduga terlibat dalam kasus penembakan pos pengamanan Lebaran, pelemparan granat, dan penembakan pos polisi di Solo, yang terjadi pada Agustus 2012.

Menurut saksi mata, Satpam Perumahan Taman Anyelir, Mursyid, pada Selasa (4/9) sekitar pukul 23.30, sejumlah anggota Densus 88 meminta izin untuk mengintai target mereka. "Mereka izin ke saya untuk mengintai," kata Mursyid.

Pada pukul 04.30, anggota Tim Densus 88 mulai bertambah. Sekitar 30 anggota Densus bersenjata lengkap berdatangan, dan langsung menyebar, mengepung perumahan itu. Sejumlah petugas naik ke atap rumah warga.

Pukul 05.30, Densus mulai menembaki rumah yang menjadi target, yang terletak di Blok F2 Nomor 9, RT 03 RW 010, di Perumahan Taman Anyelir itu. "Itu rumah kosong milik Pak EB," ungkap Mursyid.

Ternyata, rumah yang ditembaki itu belakangan diketahui kosong. "Polisi langsung berganti target, mengincar rumah keluarganya di Blok E1, yang terletak tepat di depan rumah itu," jelasnya.

Sang terduga teroris, Firman, akhirnya diringkus di rumah tersebut. Rumah di Blok E1 itu adalah milik keluarga berinisial NAS. Firman ditangkap tanpa melakukan perlawanan.

Menurut Mursyid, Firman baru datang ke perumahan itu Selasa (4/9) malam kemarin. "Dia itu pendatang, tidak pernah terlihat di sini," jelasnya. Hingga berita ini dibuat, Tim Gegana--unit khusus penjinak bom--masih melakukan sterilisasi di rumah Blok F2 itu. Keluarga NAS sampai saat ini belum terlihat. Mereka mengurung diri di dalam rumah.

Hal ini benarkan Yendi, Koordinator Perumahan Taman Anyelir 2 blok F1-F5 yang berada di lokasi saat penggrebekan berlangsung."Sepertinya rumah di F2 No 9 hanya digunakan untuk menakut-nakuti biar tersangka menyerahkan diri. Firman menyerahkan diri di rumah pamannya, Pak Nasuha," ujarnya.

Menurut Yendi, saat penggerebekan, Ema, bibi tersangka histeris ketakutan. Ibu tiga anak ini bahkan saat ini masih mendapatkan perawatan tim medis Polri.

Sebelumnya, polisi juga berhasil menangkap tiga orang terduga teroris. Dua orang tewas dalam baku tembak  dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Jalan Veteran, Solo, Jumat (31/8) malam. Mereka adalah Farhan dan Mukhsin. Dalam penangkapan tersebut, seorang anggota Densus 88 juga turut tewas yakni Briptu Suherman.

Sementara itu, seorang terduga teroris lainnya, Bayu (24), ditangkap dalam keadaan hidup, di Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (31/8) malam. Farhan, Mukhsin, dan Bayu diduga kuat bertanggung jawab dalam tiga aksi penyerangan terhadap pos pengamanan dan pos polisi di Solo selama bulan Agustus 2012.

Pertama, aksi penembakan di Pospam Simpang Gemblengan, Jumat (17/8/2012). Kedua, di Bundaran Gladak, Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (18/8/2012). Pada kejadian tersebut, dua polisi terluka. Kemudian, yang terjadi di Pos Polisi Singosaren, Jalan Rajiman Serengan, Solo, Kamis (30/8/2012) yang menewaskan seorang anggota kepolisian Bripka Dwi Data Subekti.

Sejauh ini, motif pelaku diketahui sebagai motif balas dendam terhadap aparat kepolisian. Polisi menjadi sasaran utama mereka terkait langkah penegakkan hukum pada pelaku teror lainnya. Mereka menginginkan polisi membebaskan seluruh tahanan teroris itu.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto juga membenarkan Firman, telah diincar dan diselidiki  sejak lama. "Pengintaian sudah dilakukan cukup lama," katanya. Penangkapan Firman, kata Menko Polhukam, terkait dengan keberadaan kelompok teroris yang sudah tertangkap. Namun, Djoko belum dapat mengungkapkan kelompok teroris tersebut.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Ansyad Mbai pernah menuding Amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba’asyir berada dibalik teror Solo yang menewaskan seorang polisi.

"Iya (pelakunya JAT) itu dari Hisbah solo. Kemudian juga masuk di kelompok Mujahidin Jakarta. Bosnya, ya, tetap dia (Baasyir)," kata Ansyad.

Sementara, Densus 88 Anti Teror Mabes Polri juga terus memburu sejumlah anggota jaringan teroris di Indonesia. Mereka yang dikejar antara lain dua calon pengebom bunuh diri."Yang satu telah ditangkap di Poso, dua lagi masih kami kejar," kata Ansyaad Mbai.

Menurut Ansyaad, jaringan di Poso itu telah menyiapkan operasi pengeboman. Namun belum diketahui apa targetnya. "Mereka juga sudah membeli bahan-bahannya," katanya.

Mantan Kapolda Sumatera Utara ini mengatakan jaringan Poso terkait dengan kelompok Solo, Medan, dan kelompok teroris di wilayah Indonesia lainnya.

Densus 88, kata Ansyaad, telah menangkap sejumlah anggota jaringan ini. Mereka antara lain 1 terduga teroris di Gambir, Jakarta; 4 di Medan, Sumatera Utara; 2 di Bandung, Jawa Barat, 1 di Palembang, Sumatera Selatan; 2 di Solo, Jawa Tengah; 1 di Jawa Timur. "Itu kami namakan Kelompok 11. Mereka telah melakukan pelatihan di Poso dan daerah Sulawesi lainnya," kata Ansyaad. (TIM)

Thu, 6 Sep 2012 @10:27

Copyright © 2020 PCD TECH · All Rights Reserved